Saturday, December 28, 2013

Menangis yang Mendatangkan Uang

Menangis merupakan ungkapan hati kita yang mendalam sewaktu kejadian yang memilukan perasaan kita. Menangis dapat mencurahkan isi hati kita. Namun jangan salah ternyata dengan menangis kita bisa dapat uang. Berikut Menangis yang mendatangkan uang versi Cakrawala Unik



Dalam tradisi pemakaman keluarga di Taiwan,
 kehadiran seorang "tukang tangis" yang mewakili duka keluarga yang ditinggalkan lumrah ditemui. Dia tidak sekadar sesenggukan, namun menangis dengan kencang untuk sekian lama selama prosesi penghormatan terhadap jenazah sebelum dikubur atau dikremai. Ini demi menunjukkan rasa duka yang mendalam.
Walau terdengar asing di telinga, ini merupakan profesi tua di Taiwan yang diwariskan secara turun temurun. Pekerjaan ini disebut sinden pemakaman


Jun-Lin mengaku memperoleh bakat sindennya dari nenek dan ibunya yang dulu juga menekuni profesi serupa.

Dia pun akhirnya menekuni pekerjaan itu secara profesional karena tuntutan keadaan. Ketika berusia 11 tahun, kedua orang tuanya meninggal dunia. Jun-Lin kecil dan adik laki-lakinya akhirnya diasuh sang nenek dan mengajaknya untuk terlibat dalam usaha keluarga itu demi bertahan hidup.

Ketika berada di sekolah pun, Jun-Lin masih harus bersabar menghadapi cemoohan teman-temannya mengenai kostum yang dia kenakan ketika bekerja.
"Mereka bilang pekerjaan saya aneh. Saya jelek dan terlihat sangat bodoh. Saat itu saya merasa tidak percaya diri dan menganggap mereka tidak menyukai saya," tutur Jun-Lin.


Stigma negatif juga datang dari keluarga klien yang menggunakan jasanya. "Kadang-kadang, sebelum kami memulai penampilan, keluarga yang berduka akan berbicara ketus terhadap kami. Tapi setelah melihat penampilan kami, mereka menangis dan bahkan mengucapkan terima kasih," katanya.


Memulai Karier Profesional

Men
urut Jun-Lin, setelah mendengar tangisannya yang terkesan berirama, pihak keluarga yang berduka terbantu untuk melepaskan emosi atau mengungkapkan hal yang tidak berani mereka katakan selama prosesi pemakaman.
"Bagi mereka yang merasa malu dan takut untuk menangis, penampilanku ternyata juga membantu mereka untuk meluapkan emosinya dengan menangis," ujarnya.

Kemampuan olah vokalnya pun terus dilatih, sehingga dia bisa menyanyi sambil menangis dengan suara panjang yang menyayat hati. Jun-Lin mengaku setiap tetes air mata yang dia keluarkan asli karena dia turut merasakan duka keluarga yang ditinggalkan.
"Di setiap proses pemakaman yang kamu hadiri, kamu juga harus merasakan bahwa mereka adalah keluargamu juga. Orang yang berduka, saya bahkan bisa lebih sedih lagi," ungkapnya.

Untuk sekali hadir dan mengisi prosesi pemakaman, Jun-Lin mematok tarif yang nilainya setara Rp5,6 juta. Taraf perekonomian mereka pun meningkat. Kini, dia dan sang adik sudah mampu membeli rumah mereka sendiri.


Tantangan Krisis


Jumlah sinden pemakaman semakin lama semakin berkurang, karena orang Taiwan sudah semakin jarang membuat prosesi pemakaman yang megah.
Jun-Lin pun tidak tinggal diam melihat hal ini. Dia segera mengelola usaha keluarganya ini secara profesional. Dia kemudian merekrut 20 asisten wanita cantik dan muda untuk membantu prosesi pemakaman dan pengawetan 
jenazah

Dia pun kini semakin menuai sukses, karena tidak ada pemain lain yang melakukan hal serupa di utara Taiwan. Jun-Lin juga bertekad untuk tidak akan meninggalkan usaha keluarga yang dirintis oleh neneknya itu.
"Ini adalah sesuatu yang diperjuangkan oleh nenek saya dan saya akan mengajarkan kepada orang lain apa yang telah diajarkannya. Saya akan terus melanjutkan tradisi yang dia bawa," kata Jun-Lin


Anda Tertarik menekuni pekerjaan tersebut?

Untuk Info, Masukkan dan Kritikkan Follow&Mention @cakrawalaunik
Facebook: www.facebook.com/cakrawalaunik

Share This Article


Copyright © 2014 CakrawalaUnik